masih tentang koprol

demikian banyak tulisan tentang koprol sejak dua tahun atau tiga tahun lalu. situs warta berita, blog, jejaring sosial, dan gambar-gambar pun di unggah dan tampil dalam halaman web.

awal kemunculannya telah menarik perhatian, lebih lagi para pengguna koprol memang memiliki cara yang cukup menyenangkan dalam memaknai jejaring sosial ini. dengan memberi semangat bersosialisasi yang lebih pekat dengan kegiatan kopdarnya.

kopdar memang bukan istilah khas milik koprol, sebelumnya blogger-blogger telah jauh mengenalkannya dan melakukan kegiatan ini secara rutin dan berkala.

tapi koprol memang terbilang unik, kopdar menjadi sangat lazim dilakukan, bukan setahun sekali atau sebulan sekali, tetapi hampir setiap saat, tidak berlebihan jika dalam satu hari beberapa pengguna harus melintasi jarak yang cukup jauh untuk hadir di beberapa kegiatan kopdar.

tahun berikutnya adalah tahun bulan madu koprol dan yahoo!. raksasa internet itupun melirik koprol dan menjadikannya bagian dari yahoo!.

koprol makin meriah. para penggunanya pun makin lincah berinteraksi. perhelatan besarpun digelar. kopdar yang mempertemukan pengguna koprol se indonesia sungguh membuncahkan gelegak dahaga rindu bertatap wajah dengan sesama penggunanya.

kerinduan yang aneh karena sebenarnya mereka tidak pernah berjumpa. tapi kerinduan itu memang nyata ada menelusup dalam relung hati tiap-tiap mereka, tergurat dalam di setiap dinding angan mereka.

rindu mereka bersumber dari alasan yang berbeda-beda. rindu saya jelas karena ingin melihat wajah cantik mereka yang jauh di sebrang selat atau di balik gunung atau di sudut teluk yang terhalang di lengkung garis. entahlah alasan rindu mereka.

koprol unik tapi juga tidak unik. koprol itu hegemoni tapi juga wajar. koprol itu eporia yang mengantungkan angan utopia tapi juga normal dan datar. koprol itu beriak gelolak tapi juga tenang dan sunyi.

tahun ini koprol dicerai oleh yahoo! tiba-tiba koprol stagnan. penggunanya terhenyak dengan dada berdesir menyadari kenyataan. beberapa pengguna memilih bergeming sedang lainnya surut bergerak dengan inisiatif yang mereka percaya akan mampu menggerakan koprol. beberapa menyadari dengan sesadarnya akan kenyataan, beberapa lainnya melolong meneriakan harapan.

koprol memang memberi kenangan yang tersendiri, warna tersendiri, dan perasaan yang lebih berwarna daripada larik pelangi di langit senja usai gerimis.