ide RPM konten multimedia “Kebodohan yang tak ada habisnya”

memang agak telat memposting tentang RPM konten. Tadinya, saya berniat untuk menyerahkan segalanya kepada tuhan yang maha kuasa atas apapun keganjilan yang di perbuat oleh pemerintah kita ini. dan terlebih-lebih yang menyangkut dengan menkominfo itu. saya hanya berdoa semoga kebodohannya itu membawa petaka pada negeri ini. sekaligus saya juga berdoa kepada tuhan untuk di berikan kesempatan hidup beberapa saat untuk melihat pak menteri kita itu kembali kejalan yang benar, jalan yang di rihoi oleh tuhan. Dan bukan jalan yang sesat, amiinn..
tapi apa daya, sepertinya doa saya tidak di kabulkan oleh tuhan. karena kebodohan yang di perlihatkan pak menteri itu “seperti tidak ada habisnya”

Berikut ini tentang RPM konten.  saya ga akan masukan semua pasal2nya disini. anda bisa baca sendiri di sini.

Setelah membaca Pasal diatas, maka saya memutuskan untuk kembali berlangganan pos kota demi membaca info lowongan kerja dan kembali memasukan lamaran pekerjaan dengan cara yang seperti dilkakukan manusia 25 tahun lalu, yaitu membawa map berisi fotocopy sertifikat dan pasfoto berlembar-lembar.

kenapa?

coba anda lihat dalam pasal tersebut di sebutkan bahwa larangan bagipenyelanggara untuk memuat konten berisi “akta otentik, surat dokter, CV [kapabilitas dan intelektual], scan KTP dan data-data pribadi lain, PR sekolah untuk siswa atau guru”

kita mungkin saja tetap bisa memasukan data2 tersebut, tapi jangan harap akan berhasil karena “penyelenggara dilarang mendistribusikan….dan seterusnya…”. artinya jobdb.com, jobstreet.com, linked-in.com, dan lain-lain sudah pasti akan menutup layanan nya. dan akan memilih berhenti beroperasi. gulung tikar, dan mengalikna layanannya menjadi penjual pulsa telepon elektronik, atau jadi broker online. Mereka pasti akan sangat takut kalau mereka masih menyediakan layanan seperti sekarang ini.

nah, para pembaca yang budiman, kira-kira kalau saya kembali jualan koran pos kota lagi, para pembaca sekalian pada mau ga jadi langgana koran sama saya? 😀

tapiii……

tiba-tiba saja jidat saya jadi hampir benjol setelah selesai membaca pasal 9. Kenapa? karena ga secara refleks saya membenturkan kepala saya ke dinding di samping meja komputer saya.

silahkan anda baca pasal 9 poin (1)b. Lalu baca lagi pasal 7a. tapi tunggu dulu, sebaiknya anda mengenakan helm dulu sebelum kembali membaca pasal 7a. Karena demi menghindari apa yang terjadi pada saya, JIDAT BENJOL refleks banting ke tembok. *anda sudah di peringatkan*

lalu lanjutkan baca pasal 9 poin(1)d. “JIKA ANDA MEMASUKAN KONTEN YANG DI LARANG [seperti yang di sebutkan di pasal 7a]”, artinya anda telah melakukan pelanggaran. Maka anda harus menyetujui pernyataan bahwa anda telah melakukan pelanggaran [mungkin menkominfo akan mengirimkan surat pos ke aamat anda berdasarkan data kontent yang anda masukan yang menyebabkan anda di tetapkan sebagai pelanggar peraturan konten, dan bukan saya rasa bukan memalui e-mail, karena sudah di pastikan menkominfo tidak akan membuat dirinya melanggar peraturan yang di buatnya sendiri dengan keharusan memasukan data secara benar saat mendaftar email, yang juga akan menyebabkan pak menteri itu melakukan pelanggaran karena memasukan informasi yang di larang di pasal 7a.

Baru kemudian penyelanggara akan melakukan penghapusan data-data yang anda masukan. Inin artinya jangan harap lamaran kerja anda di jobstree.com akan berhasil, karena jobstreet akan menghapus setiap data yang mengandung informasi seperti yang di sebutkan pada pasal 7a. tetapi anda akan tetap melanggar peraturan kalau anda tidak memasukan data dengan benar [lihat pasal 9 poin (1)b.

saya harap anda bisa mengerti tulisan saya, saya sudah berusaha dan berpikir keras sekali untuk menulis posting ini dan inilah yang bisa saya sajikan.

Advertisements