designer-mover

Ceritanya begini, pada suatu ketika di negara entah berantah, berdiri pula perusahaan yang bernama Entah Berantah. Nah, perusahaan ini demikian maju dengan pesatnya. Layanan dan jasa yang di jalankan perusahaan Entah Berantah ini semakin professional, oleh karena itu banyaklah klien yang menyukainya dan memutuskan untuk menggunakan jasa daripada perusahaan Entah Berantah.

Manajemen perusahaan tentunya berbunga hatinya dan sangatlah berbahagia. Saya yang seorang desainer di perusahaan itu juga mendapat keberkahan dari kondisi ini, yaitu naik gaji sebulan dua kali, dengan rata-rata kenaikan adalah 50%. pastinya saya sangat bersyukur dan semakin giatlah saya bekerja. Tak sekalipun saya lalai mengenai jam kerja, masuk jam 5 pagi pulang jam 9 malam saya taati sebagaimana kelajiman jam yang berlaku di negara ini, yaitu 9-5 (nine to five), cuma tulisanny aja yang kebalik jadi 5 to 9, padahal di bacanya mah tetep sama yaitu nine to five.

Saya terlambat hanya jika kepepet atau karena harus antri gas elpiji dulu. Oh iya pembaca, di negara saya ini sangat sulit untuk mendapatkan gas elpiji (yang sebenarnya di tulis LPG saja sudah cukup, tapi ini sengaja kok untuk para pembaca yang belum tau kalo LPG itu di baca elpiji dan itu adalah salah satu produk Petro yang berupa gas), harus antri berkilo-kilo meter panjangnya jikalau mengantri di distributor.

Tetapi sekonyong-konyong terlihat pusinglah Pak Robo sang Bapak Manajer handal PT Entah Berantah ini, mengapa demikian? entahlah, saya juga belum mengetahuinya, dan karena itu juga juga cerita antri elpiji saya tunda dulu, ga papa kan ya?

setelah lebih dari satu bulan saya bertindak tak ubahnya seperti spionase, selidik sini selidik sana, tanya sini tanya sana, sama sekalian juga tanya jawaban TTS yang minggu kemarin blm selesai saya jawab, akhirnya saya pun tau bahwa Pak Robo manager kebanggaan saya ini sedang berkonsentrasi untuk meningkatkan efesiensi kerja yang tidak sejalan dengan permintaan pasar karena sebab ruang kantor yang terlalu kecil. oh iya para pembaca yang budiman, ruang kantor yang kecil ini, walaupun kecil dan sempit, tetapi sangat menyenangkan, suasana sangat akrab karena setiap pegawai saling berinteraksi dan sangat dekat, bahkan saling bersentuhan, itu karena ruangan kantor yang sempit itu, jadinya ya kita semua bisa sangat akrab. banyak cerita dan kenangan di ruang kantor ini, kantor yang kecil ini.

waduuuu… suasana romantisme tiba-tiba menyergap. kenapa saya kangen sekali sama kantor lama yang kecil itu ya?? Sekarang kantor saya sudah di pindahkan ke lokasi yang lebih strategis, tepat di sentra bisnis negara ini. sentra bisnis negara Entah Berantah yang juga menjadi sentra bisnis dunia. Selain itu, kantor saya yang sekarang ini juga lebih luas, beberapa kali lipat lebih luas dari yang lama, fasilitas juga semakin lengkap, kalo kantor yang dulu harus pakai tangga lipat untuk ke lantai lainnya, kini sudah pakai lift. duh.. sudah ah, saya mo lanjutin cerita lagi niy..

Nah lagi, rupanya Pak Robo sedang mempertimbangkan untuk memindahkan kantor ke tempat yang lebih luas dan lebih elit, sehingga optimasi kinerja karyawan dapat dicapai. Maka di pilihlah beberapa alternatif lokasi dan mulailah untuk merancang desain dan arsitektur gedung yang akan di bangun nanti yang akan di gunakan sebagai kantor baru.

Setelah di lokasi putuskan, dan rancangan gedung di setujui, mulailah di bangun gedung yang akan menjadi kantor baru saya. Gedung milik sendiri yang berdiri kokoh merepresentasikan kemajuan dan keberhasilan usaha yang di kelalola. setelah kurang lebih satu bulan, gedung yang di bangun dengan memanfaatkan semua teknologi hasil budaya manusia dan elien di gunakan, maka selesailah bangunan itu, megah dan angkuh, menggambaran seribu kebanggan. Hebat, tetapi belum bisa melakukan operasi kerja di sana, karana masih kosong. Jadilah kami semua yang sangat mencintai setiap properti kerja di kantor lama tidak tega melepasnya untuk di jual apalagi di sentuh di obok-obok, atau di tumpuk-tumpuk sembarangan oleh para Mover menjadi Mover demi barang-barang tersebut.

Rekan kerja saya yang programer kini menjadi programer-mover, saya yang designer, menjadi designer-mover juga, OB (office boy) juga jadi OB-mover. Pokoknya kami semua ini adalah pegawai yang handal, yang mencintai barang-barang kerja seperti milik sendiri, yang serba bisa dan serba hebat. Satu-persatu setiap barang kami pindahkan sendiri, tak rela di sentuh orang lain, meja, kursi, laci, isi lacinya, sekat partisi, komputer, monitor, gelas, sendok, kipas angin (karena ga ada AC juga ternyata), karpet, asbak, pokoknya semuanya saya bawa sendiri.

Jadilah saya ini designer-mover sejati.

Saya angkut semuanya ke gedung baru yang megah

Saya pilih lantai 20 dan dekat jendela sebelah utara biar bisa melihat matahari terbit lebih cepat 3detik setengah dari mereka yang di lantai dasar. Lah bagaimana ngitungnyakok bisa bilang 3 setengah detik lebih awal? itu saya hanya asal menghitung saja kok. Dan melihat matahari tebenam 3 detik setengah lebih cepat juga. itu juga saya asal sebut 3 setengah detik. Ga usah di besar-besarkan.