Membaca

Hari jumat 1 Pebruari 2008, sehabis selesai ibadah jumat, saya menyempatkan diri membuka blog nya mas deking, entah kenapa alasannya saya juga ga tau.

Postingan tentang bintangnya mas deking mengingatkan saya pada beberapa tahun silam, tepatnya tahun 2001, saat itu saya tengah mengikuti perkuliahan umum Ilmu Alamiah Dasar. Namanya juga kuliah umum, mahasiswanya juga berasal dari berbagai jurusan, dan ternyata sangat seru mendengar tiap mahasiswa mengungkapkan beragam pandangan dengan latar belakang disiplin keilmuan mereka masing-masing.

Pada suatu sesi perkuliahan, dosen IAD saya tiba di kelas tanpa salam beliau langsung melontarkan kasus yang akan di bahas pada sesi ini “kali ini kita akan menuju bintang“, begitu kalimatnya. dosen yang satu ini memang ga pernah basa-basi. para mahasiswa termasuk saya langsung mengerti bahwa topik utama adalah bintang. Semuanya langsung berkonsentrasi mencari, mengingat apapun tentang bintang. Begitu juga saya, langsung saja menggambar bintang di buku catatan (hehe,, maklum hobi saya memang membuat corat coret di buku catatan saya dan juga buku catatan teman saya).

Biasanya sang dosen hanya memberi waktu lilma menit untuk mahasiswa mereview ingatan, setelah itu semuanya harus mengungkapkan segala hal yang berkaitan dengan topik yang  diberikan (cara mengabsen sang dosen, yang ga bisa jawab pertanyaan atau ga mampu mengungkapkan isi hatinya di angap ga hadir).

Setiap jawaban yang menarik perhatian langsung di jadikan bahan diskusi yang mendalam. setiap kasus yang tidak terpecahkan selama diskusi, menjadi tugas essay yang harus di kumpulkan minggu depan. yang menarik adalah, mahasiswa yang memberikan kasus yang sulit dan tidak bisa di pecahkan baik dalam diskusi maupun oleh sang dosen, mahasiswa itu dapat point nilai tambahan 1 point, hehe,, kalo bisa sampai ngumpulin 10 point, dan ga berkurang karena mangkir dari absen, sudah dipastikan dia dapet nilai A. Dan mahasiswa essaynya paling logis dalam menjawab kasus, dia mendapat 3 point nilai. gila banget baiknya niy dosen.

Reward berupa nilai memang menjadi reward yang sangat menggiurkan bagi setiap mahasiswa. dan sang dosen juga membebaskan cara perolehan data yang dilakukan mahasiswa. Internet, Wiki, Encarta Encyclopedia, dll boleh di eksplorasi.

Memang ada satu kelakuan sang dosen ini yang terasa agak menyebalkan, yaitu beliau tidak memberi toleransi untuk bentuk kelalaian apapun, termasuk bonus injuri time untuk jadwal masuk yang biasanya sampai 15 menit, tidak beliau berikan.

Semua mahasiswa di awal pertemuan di minta mencocokan setiap jam, baik jam tangan, jam henpon, dan jam di setiap gadget lainnya dengan jam milik sang dosen sampai pada hitungan detik. Kontan di pertemuan kedua, jumah mahasiswa yang berada dalam kelas kurang dari setengahnya, ada yang terlambat 5 menit, ada juga yang cuma terlambat 2 detik.

Mahasiswa yang terlambat memang masih dijinkan mengikuti perkuliahan, dan boleh mengambil kursi untuk dibawa keluar kelas mengikuti kuliah dengan cara mengintip dari jendela kelas. karena bagi yang tidak hadir sekalipun tetap harus mengumpulkan tugas essay dari kasus yang muncul pada kuliah hari itu. Karena reward yang menggiurkan itu, mahasiswa berlomba menjadi cerdas dan sering sekali mengajukan kasus. Itu berarti jika dosen menerima 5 kasus yang masuk akal dan ilmiah, maka ada lima essay yang harus di kumpulkan minggu depan.

satu lagi yang membuat saya cukup tercengang adalah ketika pada suatu jadwal sesi kuliah, sang dosen yang sempurna itu tidak kunjung tiba, padahal waktu sudah menunjukan pukul 08.10 wib, ini sangat diluar dari kebiasaan. tugas essay mahasiswa sudah menumpuk-numpuk di meja beliau. Beberapa mahasiswa yang memiliki kepentingan terlihat resah (ini menyangkut reward, baik dari mahasiswa yang memberikan kasus, maupun mahasiswa yang sangat percaya makalahnya atau essay nya yang paling sesuai dengan aturan sain).

Saat itu ketua kelas lah yang memegang kekuasaan untuk tetap melanjutkan proses pembahasan mengenai materi dari buku panduan materi. Kali ini tidak dengan tema, karena sang dosen tidak mengirim Email ataupun SMS memberitahukan tema kali ini ke hape salah satu mahasiswa.

Diskusi akhirnya tetap berjalan setelah 5 menit membaca isi materi dari buku panduan tersebut. Materi tentang penyimpangan alur gerak orbit Neptunus di tatasurya memang cukup menarik, saya sibuk menggambar kemungkinan – kemungkinan mengapa si Neptunus itu menyimpang, salahsatu nya adalah karena tabrakan dengan raksasa butho ijo versi akew, hehe..

Diskusi yang ngalor ngidul sampai hampir 100 menit itu mungkin mengganggu telinga seorang ahli ilmu alam, akhirnya orang itu keluar dari persembunyiannya, dengan suara yang lantang dan membahana langsung saja orang itu menerobos masuk ke dalam kelas dan langsung memberikan analisa dan penjelasan yang singkat padat dan mampu memesona mahasiswa yang sudah bersiap untuk bubar karena waktu kuliah berakhir. Analisa itu di akhiri dengan tepuk tangan riuh rendah di iringi taburan bunga-bunga dari mahasiswa serta kembang api yang saling bergantian (halah hiperbola banget ya..). selain karena salut dengan penjelasan nya, ternyata kami semua sangat merindukan orang tersebut yang ternyata sang dosen kami yang sengaja datang tapi ga berani masuk kelas, karena kesepakatan aturan keterlambatan.

Kembali ke bintang.

dosen (d) : “Pagi ini siapa yang sempat melihat bintang?”

mahasiswa 1 (m1) : “Saya pak, tadi saya sempat melihat bintang fajar, cahayanya indah keperakan”

d : ” Bodoh !!.. itu bukan bintang, itu planet. Siapa nama kamu? lain kali jangan asal bunyi ya !”

m1 nyengir kuda.

m2 : Saya semalam melihat rasi bintang pari pak, sumbu mayornya jika di tarik garis lurus menunjukan kutub utara”

d : ” Bagus, ya siapa lagi yang hari ini masih melihat bintang? ”

m3 : “Saya sekarang sedang tersengat salah satu cahaya bintang pak, salah saya sendiri karena memilih duduk dekat jendela,, lumayan panas pak”

d : “(**ketawa garing**) yup, kamu jeli juga menjawab pertanyaan saya, bagus ! “”

d :” Setiap hari kita selalu dapat melihat bintang siang dan malam, bisa menggunakan mata telanjang atau dengan alat bantu misalnya teropong”

Sang dosen melanjutkan ceramahnya.

d : “Bintang yang kita lihat pada malam hari itu adalah bintang yang sama perilakunya dengan bintang bumi yang di sebut matahari, pada bintang terjadi reaksi inti atom bla..bla.. ” dan seterusnya dan seterusnya lagi.

d : Nah.., saya tadi sudah review sedikit tentang bintang, semoga menyegarkan kembali ingatan kalian dan pengetahuan yang berkaitan dengan bintang baik astronomi, ataupun astrologi”

d : “Apakah bintang itu bergerak? siapa yang bisa menjawab?”

m3 : “Pak pertanyaannya membingungkan, karena bisa di jawab dengan lebih dari satu acuan teori”

Dalam hati saya berkata mahasiswa yang satu ini dari awal perkuliahan selalu mengagumkan, selalu yang berpikiran paling luas.

Untungnya saya juga selalu mengagumkan, tapi bukan karena pikiran dan kecerdasan yang seperti mahasiswa tersebut, tapi karena gambar-gambar ilustrasi di buku catatan saya, hehe… (keranjingan corat-coret).

d : “Oke, kamu jawab dengan semua teori yang kamu ketahui”

si m3 nyengir sambil pukul jidatnya pake telapak tangan temen di sebelahnya, si temen langsung mengambil kesempatan memukul si m3 berulang-ulang, baru berhenti pas m3 melotot.

m3 : “–Satu!, gerak semu, bintang terlihat bergerak dengan acuan mata manusia yang berada di bumi terhadap matahari atau bintang di malam hari. –Dua!, teori yang menyebutkan tentang “garis edar bintang“, ternyata ini adalah masih termasuk gerak semu karena pengukuran di lakukan dengan acuan bumi terhadap bintang. –Tiga!, bintang tidak bergerak, dalam ilmu perbintangan ada model pengamatan bintang dari suatu tempat di angkasa sana, dan mengatakan bintang tidak bergerak, tetapi teori ini segera dipatahkan  ketika Hubble menyelidiki dengan teropongnya yang super canggih dan super gede itu, ternyata semua benda langit terlihat bergerak saling menjauh. –Empat!, semua bintang dan semua benda langit bergerak dari satu titik dengan gerak menyebar ke segala arah, satu titik tersebut di sinyalir (ampun dah bahasanya kayak koran investigasi) sebagai titik tempat terjadinya Bigbang atau ledakan besar yang membentuk alam semesta. Itu yang saya tau pak, terima kasih”

saya tertegun, salut dan hormat terhadap m3 walaupun ga ngerti apa yang dibicarakan, sampai-sampai saya ga bisa membuat gambar ilustrasinya dari jawabannya.

d : “Bagus sekali, siapa nama kamu? dari jurusan apa?”

m3 : ” nama saya Aziz pak, dari jurusan MIPA”

Terdengar suara seperti koor di acara Bina vokalia TVRI tahun 1986: “Oooo….pantesan aja jago, anak MIPA….

d : ” Sebelum saya tambahkan, ada yang ingin menambahkan atau memberi sanggahan dari jawaban Aziz? silahkan”

++selanjutnya m3 di ganti jadi Aziz++

m4 : “Pak, ada yang tertinggal dari jawaban Aziz, yaitu acuan yang tercantum dalam kitab Quran (mohon maap, ini harus saya tulis karena memang begitu adanya waktu itu, bukan karena alasan agama atau apapun), disebutkan bahwa bulan dan matahari beredar menurut garis edarnya dan semuanya itu atas kehendak Allah, dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang berpikir. Begitulah pak, berarti ada acuan teori lain selain yang di sebutkan oleh Aziz”

d : “Bagus sekali, menurut saya itu bisa saja dijadikan semacam acuan”

m4 : “Kok cuma “semacam” siy pak!? Menurut saya itu sudah pasti dapat menjadi acuan teori dan berlaku untuk seluruh umat manusia”

d : “Baiklah, kita dapat membahas masalah teori dan acuan teori nanti, sekarang ini setidaknya sudah ada jawaban dari pertanyaan mengenai apakah bintang bergerak. Bagaimana? Saudari ..  Siapa nama kamu ?”

m4 : “…Nurul pak ”

++selanjutnya m4 di sebut Nurul++

d : “ya, Nurul. setuju tidak kalau teori dan acuan teori mengenai pergerakan matahari menurut pandangan agama di jadikan kasus yang harus di buat essay nya?”

Nurul : “Setuju pak !” (semangat berapi-api dengan mata berbinar-binar)

m2 : “Tidak setuju pak ! Menurut saya tidak perlu di masukan ke dalam kasus, tetapi cukup di jadikan sebagai wacana saja bahwa dalam pola berpikir ilmiah, pemikiran keagamaan cukup menjadi motivasi sebagai landasan moral ilmuan saja pak, karena dalam agama sangat kuat sekali unsur dogmatis dan doktrinasi yang kadangkala memberi batasan pada operasional bekerja dan berpikir ilmiah, karena alasan ini saya berharap untuk di pertimbangkan lagi pak”

d : “Hmmm…, ada betulnya juga pendapat kamu, siapa nama kamu?”

m2 : “Wulan pak, bagaimana pak? sebaiknya tidak di jadikan kasus pak,karena itu pak, seperti yang saya ungkapkan tadi”

++ m2 diganti jadi Wulan++

Nurul : “kenapa tidak bisa pak, apakah ilmuan itu bebas nilai, sehingga agama menjadi demikian menghambat? saya rasa ilmuan ataupun kerja ilmiah tidak merupakan sesuatu yang bebas nilai, artinya tetap terikan pada nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat, umum ataupun khusus, lokal ataupun global, dan juga nilai-nilai universal. kalau ilmuan di bebaskan dari nilai-nilai kemanusiaan dan norma masyarakat, bisa susah pak, bisa banyak tercipta ilmuan keji seperti di film-film science fiction, kan bisa bahaya pak”

Wulan : “Bukan maksudnya begitu, saya kan dah bilang kalau agama cukup di jadikan wacana saja, ilmuan biarlah bekerja dengan cara-cara ilmiah, tetapi muatan keagamaan akan menjadi moderator di hati mereka agar tetap memiliki naluri dan nurani yang sesuai dengan konsep hukum dan nilai yang berlaku di masyarakat. jadi agama tetap memiliki fungsi yang cukup penting, jika porsinya tepat, karena….”

Nurul : ” …Porsinya tepat ??? apa maksudnya tuh? Emangnya makanan, tolong buat saya mengerti ”

Wulan : “Maksudnya adalah agama tidak di jadikan sebagai pedoman yang secara mentah-mentah di gunakan begitu saja, mengikuti apa yang tertulis saja tanpa di maknai terlebih dahulu. itu bisa rancu dan fatal, ilmuan bisa ga berbuat apa-apa, begitu kurang lebihnya. lagi pula dari teori yang sodari Nurul bacakan tadi, terlihat relevansi yang jelas, semuanya menjadi pelajaran bagi orang yang berpikir, bukankah begitu sodara nurul? ”

d : “Menarik sekali, kalian berdua memberikan alasan dan argumen yang sangat bagus, supaya tidak berlarut-larut, saya juga akan menyampaikan pendapat mengenai masalah ini. Saya melihat ada kesamaan dalam argumen kalian berdua, yaitu agama sebagai salah satu sumber teori, kalian berdua jika di perhatikan setuju dengan ini, hanya cara sudut pandangnya saja yang berbeda. yang kedua, kalian sepakat bahwa, setiap firman tuhan yang menyebutkan semacan analogi atau teori selalu mengandung makna yang harus dikajilebih dalam, dan memang tidak pernah ada pembuktian tentang kegagalan atau ke tidak sesuaian dari setiap firman tuhan. Dan saya setuju sekali dengan ungkapan yang baru saja di lontarkan bagwa agama dapat kita tempat kan setinggi-tinggi nya menjadi “moderator” menurut istilah Wulan untuk menjaga dan menuntun setiap manusia khususnya ilmuan utuk tetap memiliki orientasi pada kebaikan umat manusia. Saya salut untu kalian berdua, Nurul dan Wulan, juga Aziz yang membuka diskusi ini denga menyebutkan banyak acuan teori. Saya senang sekali, oke untuk kasus belum di tetapkan. tapi kok cuma ada 3 mahasiswa saja yang aktif, yang lainnya kemana niy??”

d : Kamu tadi kamu semangat sekali (sambil nunjuk salah satu  mahasiswa), sekarang kok malam diem aja, ayo kamu juga ikut mengemukakan pandangan dan pendapat kamu, yang lain juga”

m1 yang ditunjuk oleh dosen terlihat resah, apalagi tadi di awal sekali, dia sudah hancur rasa percaya dirinya karena salah mengira planet sebagai bintang karena orang sering menyebut sebagai bintang fajar. Dengan agak tegagap dia pun memulai tanggapannya.

m1 : “Saya setuju sekali dengan porsi yang tepat, pak. Karena setiap sesuatu itu memang harus sesuai dengan porsi dan komposisinya. porsi yang berlebihan tentu saja akan tidak bagus hasilnya. dalam senirupa, saya lebih senang menggunakan istilah komposisi pak, karena komposisi memungkinkan kita melakukan aransemen terhadap setiap elemen menjadi suatu kesatuan bentuk yang enak dilihat, indah secara estetis. Hal ini tentu saja ada hubungannya dengan komposisi berpikir, berpikir ilmiah adalah salah satu dari sekian banyak cara berpikir, saya katakan bepikir ilmiah adalah salah satu elemen yang bisa di atur dan di tata komposisinya bersanding dengan cara berpikir yang lainnya, jika sebuah lukisan membutuhkan point of interest, maka point of interest tersebut bisa di pilih berdasarkan konsep dan tujuan lukisan yang akan di buat. Begitu juga dengan cara berpikir. jika kita akan bekerja ilmiah, maka cara berpikir ilmiah lah yang harus di pilih sebagai point of interest, sekaligus sebagai bingkai besar yang memberikan kita acuan sekaligus batasan-batasannya. Begitu pak menurut saya, jadi saya sangat setuju dan terkesan dengan “porsi tadi pak. Terima kasih.

d : “Hmmm.., dasar anak seni, kalo saya ingat-ingat, setiap kamu bicara pasti di sangkut-pautkan dengan istilah senirupa. Bagus, siapa nama kamu?”

m1 : “Akew Setiawan pak!”

Akew : “Oh iya pak sekalian aja kasus yang di angkat adalah hubungan seni rupa dalam berpikir ilmiah, menurut saya itu cukup bagus pak.”

Terdengar suara yang lebih syahdu daripada koor Bina Vokalia TVRI : Huu… Emangnya skripsi pake kata “Hubungan” segala…, Ga setujuuu…..”

Si Akew hancur lagi…

Mohon dukungan dari pembaca blog aja deh, temen-temen di kelas pada sentimen semua. ayooo… dukung akew…


Rujukan:
http://www.ichthus.info/BigBang/intro.html
http://www.virtualsciencefair.org/2004/khak4a0/public_html/problems.html
http://www.creationofuniverse.com/html/bigbang_01.html
http://www.charliewagner.net/big.htm
http://www.windows.ucar.edu/tour/link=/the_universe/History.html&edu=elem
http://www.dkimages.com/discover/Home/Science/Astronomy-and-Space-Science/The-Universe/Evolution/Evolution-4.html
http://astrajingga-narcist.blogspot.com/2007/04/2nd-day-probability-theory.html
http://www.scampnet.net/Personal-Website/popIII_files/popIII_summ_bbang.html
http://sugaahq.blogspot.com/2007/10/big-bang-cosmology.html
http://www.interactives.co.uk/creation.htm
http://www.astronomy.pomona.edu/Projects/moderncosmo/Sean’s%20mutliverse.html
http://stloe.most.go.th/html/lo_index/LOcanada9/910/3_en.htm
http://discovermagazine.com/2004/feb/cover/article_view?b_start:int=1&-C=
http://plus.maths.org/latestnews/may-aug07/prebigbang/index.html
http://www.cartoonstock.com/directory/c/creationism.asp
http://groups.msn.com/AstronomySpace/cosmology.msnw
http://www.google.com/notebook/public/02434991712024425560/BDRwQSwoQ65zv180h
http://rampant-mac.com/wp/?p=192

Advertisements