ga enak

ternyata ga enak rasanya tersinggung.

sejak semester 1 kuliah, aku dah biasa bekerja lepas untuk mendapatkan uang, pekerjaan yang berkaitan dengan keterampilan dan seni selalu dapat memenuhi kebutuhan kuliah ku.

bekerja lepas (terima kerjaan dari rekan mahasiswa atau orang lain atau badan usaha tanpa kontrak panjang) sangat menyenangkan,waktu bekerja dapat disesuaikan sesuka hati, batasan nya hanya batas akhir pekerjaan saja.

harga aku yang tentukan sendiri. klien cocok dengan harga yang aku minta, kerjaan aku terima.

sebebas itu aku bekerja. sebebas itu juga aku menentukan harga.

ga ada yang tegur aku karena bangun kesiangan.

aku hanya meyakinkan bahwa kerjaan akan selesai tepat waktu dan itu selalu terbukti, dan hasilnya pun memuaskan klien.

semakin lama nama ku semakin di kenal, bukan hanya oleh individu tetapi juga oleh bebebrapa orang mewakili perusahaannya.

saking bebas nya aku, banyak juga yang tidak suka karena alasan tertentu, masuk akal memang alasan mereka.

beberapa rekan mahasiswa yang cukup berani melakukan transaksi bisnis dengan ku, pasti merupakan pilihan terakhir, karena teman-teman ku yang lain yang sudah di kontrak mahasiswa yang lain.

dari tahun 1999 sampai pertengahan 2007 aku masih frelance. kampus selain sumber iolmu pengetahuan juga merupakan sumber uang bagi sebagian besar mahasiswa jurusan ku.

bulan juni aku mendapat tawaran untuk gabung di sebuah perusahaan sebagai art director. tawaran yang menarik dengan gaji yang sangat menarik.

sesaat aku lumayan bangga karena banyak juga teman2 yang mengincar posisi tersebut.

aku yang belum lulus ini (terancam drop out) pasti tidak akan menyia2kan kesempatan ini. langsung aku terima tawaran tersebut.

juni-juli aku menikmati kerja dengan sangat. posisi ku memungkinkan aku mengelola waktu kerja dikantor sesuka hati. atasan juga memahami itu karena aku memang harus selalu update dalam kreatifitas dan inovasi. alasan riset adalah alasan yang selalu di terima saat aku ingin mangkir atau masuk kantor agak siang.

sampai hari ini aku masih sangat dipercaya. perusahaan hanya melihat hasil kerja. aku cukup efektif dalam menyelesaikan semua tugas yang di berikan. dan selalu tanggap setiap kali brief di serahkan.

tenggat waktu kerja yang singkat dapat ku selesaikan. apalagi yang lumayan panjang.

akhir bulan agustus, adalah saat aku menerima gaji kerja ku. sampai tanggal 5 september masih juga belum ku terima.

sang boss yang sekaligus mengatur gaji pegawai juga tidak memberikan alasan apapun mengenai keterlambatan ini. beberapa rekan kerja mencoba memcari tau apa penyebabnya.

ternyata di level manager terjadi beberapa masalah yang sebenarnya adalah masalah personal saja.

boss dan satu manager produksi sedang perang urat syaraf mengenai kebijakan tertentu. sampai sekarang belum ditemukan jalan keluarnya malah terjebak pada perseteruan pribadi.

aku satu ruangan dengan manager produksi dan beberapa rekan. sang boss tidak mau keruangan ku karenatidak ingin bertemu dengan sang manager.

kabar burung yang beredar di ruangan ku adalah bagi yang mau ambil gaji, silahkan membuat permintaan khusus dan di tujukan secara pribadi ke pada sang boss.

hari ini dua orang rekan ku melakukan itu. cukup lama mereka di dalam ruang boss, sampai saat pulang pun mereka belum keluar.

sesaat ketika aku hendak beranjak meninggalkan kantor. aku berpapasan denga dua rekan ku itu.

aku bertanya apa yang terjadi.

mereka tersenyum, gaji ku keluar 100 persen ditambah komisi sekian rupiah.

mereka berdua sangat bersemangat menyarankan ku untuk melakukan apa yang mereka lakukan.

tanpa menjawab saran mereka aku langsung saja pergi.

saran mereka terasa memuakan. dan mereka lakukan sangat merendahkan harga diri mereka sendiri.

aku sempat berpikir apakah mereka tidak sadar akan hal itu

mereka sangat senang mendapat uang yang memang hak mereka atas usaha mereka, tetapi cara dan birokrasi kali ini sangat tidak simpatik.

dua temanku secara sadar telah menjadi pengemis yang sangat rendah

yang aku tau adalah ada prosedur yang telah disepakati sebelumnya mengenai hak dan kewajiban.

tidak dengan membuat surat pernyataan pribadi kepada sang boss.

sikap boss yang sangat memalukan ini membuat aku merasa tidak betah dan mulai berpikir bahwa perusahaan ini pasti tidak akan bertahan lama.

mereka sama sekali tidak profesional.

ini yang pertama kali aku merasa tersinggung.

sang manager jidak bersikap dewasa.

sang boss lebih kekanak-kanakan.

rekan kerja sangat bodoh dan murahan.

aku benar-benar muak

MUAK….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s