logis dan skeptis

Gw pernah pusing tujuh puluh keliling gara-gara temen gw tanya mengenai logis dan skeptis.

Sebenarnya temen gw itu cuma iseng aja, dia ga terlalu membutuhkan jawaban yang panjang lebar. Temen gw cuma lagi gundah hati karena pacarnya baru aja bilang dia selalu cenderung skeptis dan ga logis kalau berpikir.

Sebagian gw setuju ma pacarnya temen gw itu, buktinya temen gw ini ga ngerti maksud keluhan pacarnya terhadap dirinya tersebut. Gw sendiri sebenerya juga ga ngerti bagaimana menjelaskannya, karena jujur aja gw ga pernah memikirkannya secara cermat apalagi detil sampe definisi atau epistemologi.

Awalnya gw juga ringan aja menjawab dengan analogi asal-asalan ciptaan gw. Gw bilang begini “logis itu kayak dua tambah dua sama dengan empat, skeptis itu kayak orang yang menganggap ga ada beda nya antara dua kali dua dengan dua tambah dua”.

Hehe.. ngasal banget khan..

Temen gw tambah bingung, gw ga menyalahkan dia jika jadi tambah bingung, tapi yang salah emang gw yang ngasih jawaban ga bertanggung jawab itu. Semoga tuhan memaafkan gw ini.

Setelah itu maka berbagai perasaan menyesal menghinggapi gw bukan karena gw merasa bersalah dan idak bertanggung jawab pada dunia ilmu pendidikan, tetapi rasa menyesal ini disebabkan temen gw lagi yang terus menerus memberondong gw dengan berbagai pertanyaan yang lebih berat lagi karena berkaitan dengan matematika. Aduh mak gw pengen bunuh diri aja dari pada disiksa dengan matematika.

Sialan…

Gw jadi paranoid kalo ada iklan di tivi yang bilang mulutmu harimau mu. SEREEEMM,,,

Advertisements

One thought on “logis dan skeptis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s